Selasa, 25 November 2014

Tribologi - Keausan

Keausan

Keausan adalah penguraian ketebalan permukaan akibat gesekan yang terjadi pada pembebanan dan gerakan. Keausan umumnya dianalogikan sebagai hilangnya materi  sebagai akibat interaksi mekanik dua permukaan yang bergerak slidding dan dibebani. Ini merupakan fenomena normal yang terjadi jika dua permukaan saling bergesekan, maka akan ada keausan atau perpindahan materi yang terjadi antara dua benda yang bergesekan.

Suatu komponen struktur dan mesin agar berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya sangat tergantung pada sifat-sifat yang dimiliki material. Material yang tersedia dan dapat digunakan oleh para engineer sangat beraneka ragam, seperti logam, polimer, keramik, gelas, dan komposit. Sifat yang dimiliki oleh material terkadang membatasi kinerjanya. Namun demikian, jarang sekali kinerja suatu material hanya ditentukan oleh satu sifat, tetapi lebih kepada kombinasi dari beberapa sifat. Salah satu contohnya adalah ketahanan-aus ( wear resistance ) merupakan fungsi dari beberapa sifat material (kekerasan, kekuatan, dll), friksi serta pelumasan. Material apapun dapat mengalami keausan disebabkan oleh mekanisme yang beragam. Pengujian keausan dapat dilakukan dengan berbagai macam metode dan teknik, yang semuanya bertujuan untuk mensimulasikan kondisi keausan aktual. Salah satunya adalah metode Ogoshi dimana benda uji memperoleh beban gesek dari cincin yang berputar ( revolving disc ). Pembebanan gesek ini akan menghasilkan kontak antar permukaan yang berulang-ulang yang pada akhirnya akan mengambil sebagian material pada permukaan benda uji. Besarnya jejak permukaan dari material tergesek itulah yang dijadikan dasar penentuan tingkat keausan pada material. Semakin besar dan dalam jejak keausan maka semakin tinggi volume material yang terkelupas dari benda uji.

Keausan sendiri mempunyai dua sifat yaitu keausan normal dan keausan tidak normal ( akibat penggantian minyak pelumas yang tidak teratur ). Kemudian hal – hal yang mempengaruhi keausan :
1.   Pembebanan
2.   Kecepatan
3.   Jumlah minyak pelumas
4.   Jenis minyak pelumas
5.   Temperatur
6.   Kekerasan permukaan
7.   Kehalusan permukaan
8.   Adanya benda – benda asing
9.   Adanya benda kimia

Sebagaimana telah di jelaskan, material jenis apapun akan  mengalami keausan dengan mekanisme yang beragam , yaitu keausan adhesive,  keausan abrasive, keausan lelah , keausan oksidasi dan keausan erosi.

Berikut penjelasan ringkas dari mekanisme-mekanisme tersebut :
1.      Keausan adhesive ( Adhesive Wear )
Keausan adhesif adalah salah satu jenis keausan yang disebabkan oleh terikat atau melekat ( adhesive ) atau berpindahnya partikel dari suatu permukaan material yang lemah ke material yang lebih keras serta deformasi plastis dan pada akhirnya terjadi pelepasan / pengoyakan salah satu material. Proses bermula ketika benda dengan kekerasan yang lebih tinggi menyentuh permukaan yang lemah kemudian terjadi pengikatan. Pengikatan ini terjadi secara spontan dan dapat terjadi dalam suhu yang rendah atau moderat. Adhesive wear sering juga disebut galling, scoring, scuffing, seizure, atau seizing.
Faktor – faktor yang menyebabkan keausan adhesive :
a.    Kecenderungan dari material yang berbeda untuk membentuk larutan padat atau senyawa intermetalik.
b.    Kebersihan permukaan.
Jumlah wear debris akibat terjadinya aus melalui mekanisme adhesif ini dapat dikurangi dengan cara ,antara lain :
-       Menggunakan material keras.
-       Material dengan jenis yang berbeda, misal berbeda struktur kristalnya.

2.      Keausan abrasif ( Abrasive Wear )
Keausan jenis ini terjadi bila suatu partikel keras ( asperity ) dari material tertentu meluncur pada permukaan material lain yang lebih lunak sehingga terjadi penetrasi atau pemotongan material yang lebih lunak. Tingkat keausan pada mekanisme ini ditentukan oleh derajat kebebasan ( degree of freedom ) partikel keras atau asperity tersebut.
Sebagai contoh partikel pasir silica akan menghasilkan keausan yang lebih tinggi ketika diikat pada suatu permukaan seperti pada kertas amplas, dibandingkan bila pertikel tersebut berada di dalam sistem slury. Pada kasus pertama, partikel tersebut kemungkinan akan tertarik sepanjang permukaan dan akhirnya mengakibtakan pengoyakan. Sementara pada kasus terakhir, partikel tersebut mungkin hanya berputar ( rolling ) tanpa efek abrasi.

Ada dua kategori keausan ini, yaitu:

a.       Two body abrasion
Keausan ini disebabkan oleh hilangnya material karena proses rubbing (penggarukan) oleh material lain yang lebih keras dibanding material yang lain. Sehingga mateial yang lunak akan terabrasi. Contohnya pada proses permesinan, antara lain cutting, atau turning.
b.      Three body abrasion
Aus yang disebabkan proses galling sehingga serpihan hasil gesekan yang terbentuk (debris) mengeras serta ikut berperan dalam hilangnya material
karena proses gesekan yang terjadi secara berulang-ulang. Jadi pengertian “tiga benda” disini adalah dua material yang saling bergesekan dan sebuah benda serpihan hasil gesekan. Sedangkan pada keausan “dua benda”, debris atau serpihan hasil gesekan tidak ada. Debris berasal dari logam lembaran yang teradhesi pada permukaan alat cetak, kemudian karena proses pembentukan yang terjadi, serpihan ini akan menggaruk permukaan pelat, sehingga terjadilah keausan secara abrasif.
Faktor yang berperan dalam kaitannya dengan ketahanan material terhadap abrasive wear  antara lain:
-       Material hardness
-       Kondisi struktur mikro
-       Ukuran abrasif
-       Bentuk abrasif
 Bentuk kerusakan permukaan akibat abrasive wear, antara lain :
·         Scratching
·         Scoring
·         Gouging
3.      Keausan lelah (Surface Fatigue Wear)
Keausan lelah / fatik pada permukaan pada hakikatnya bisa terjadi baik secara abrasif atau adhesif. Tetapi keausan jenis ini terjadi akibat interaksi permukaan dimana permukaan yang mengalami beban berulang akan mengarah pada pembentukan retak-retak mikro. Retak-retak mikro tersebut pada akhirnya menyatu dan menghasilkan pengelupasan material. Hal ini akan berakibat pada meningkatnya tegangan gesek.
4.      Keausan Oksidasi / Korosif (Tribo Chemical Wear)
Keausan kimiawi merupakan kombinasi antara proses mekanis dan proses termal yang terjadi pada permukaan benda serta lingkungan sekitarnya.
Sebagai contoh, proses oksidasi yang sering terjadi pada sistem kontak luncur (sliding contact) antar logam. Proses ini lama kelamaan akan menyebabkan perambatan retak dan juga terjadi abrasi. Peningkatan suhu dan perubahan sifat mekanis pada asperiti adalah akibat dari keausan kimiawi. Keausan jenis ini akan menyebabkan korosi pada logam.
5.      Keausan Erosi ( Erosion Wear )
Proses erosi disebabkan oleh gas dan cairan yang membawa partikel padatan yang membentur permukaan material. Jika sudut benturannya kecil, keausan yang dihasilkan analog dengan abrasive. Namun, jika sudut benturannya membentuk sudut gaya normal ( 90 derajat ), maka keausan yang terjadi akan mengakibatkan brittle failure pada permukaannya.
Pengurangan Keausan
Untuk mengurangi keausan yang terjadi, ada berbagai konsep yang diterapkan para ahli tribologi selain dengan pemberian cairan pelumas pada permukaan yang bergesekan. Dalam poses pembentukan lembaran logam, galling yang terjadi bisa diminimalisasi dengan perlakuan pada pelat ataupun pada alat pembentuknya. Galling adalah pemberian cairan pelumas pada permukaan pelat. Dry lubricant dengan proses pelapisan tipis pada pelat dengan logam paduan lain dan pelapisan pada alat pembentuk atau tool. Pelapisan ini bisa dengan metode physical vapor deposition (PVD) atau dengan cara chemical vapor deposition (CVD).
Pengaruh keausan, jika keausan terjadi pada :
1.      Bantalan, maka akan menimbulkan getaran dengan amplitude dan frekuensi yang berlainan
2.      Alat-alat ukur, maka akan mengurangi ketelitian
3.      Alat-alat reproduksi, maka akan mengurangi kwalitas dan kapasitas
4.      Silinder motor trak, maka akan menimbulkan penurunan daya dan penambahan pemakaian bahan bakar

Hal-hal yang harus perancang coba untuk menentukan pendekatan-pendekatan spesifik untuk mengurangi keausan yaitu:
1.      Pertahankan agar kontak gaya tetap rendah antara permukaan-permukaan yang bergeser,
2.      Pertahankan suhu rendah pada permukaan-permukaan yang berhubungan,
3.      Gunakan permukaan-permukaan kontak yang keras,
4.      Haluskan permukan-permukaan yang berhubungan,
5.      Pertahankan pelumasan yang terus menerus untuk mengurangi gesekan,
6.      Pertahankan agar kekentalan relatife antara permukaan-permukaan tetap rendah,
7.      Tentukan bahan-bahan yang memiliki sifat keausan yang baik.

@septianws

Senin, 24 November 2014

Tribologi - Gesekan

Gesekan

Di awali oleh Leonardo da Vinci (1452-1519) yang mula-mula merumuskan cara mengurangi gesekan dalam bentuk yang riil dan terstruktur. Da Vinci meninggalkan sketsa ball bearing kayu yang sangat mirip dengan ball bearing logam yang dipakai saat ini. Kemudian Amontons (1699) dan selanjutnya Coulomb (1751) merumuskan hukum – hukum fisika mengenai gesekan dan disebut Hukum Gesekan Amontons-Coulomb. Hukum ini sederhana dan berisi empat butir postulat :
1)  Gaya gesekan pada permukaan yang bersentuhan berbanding lurus dengan gaya tegak lurus pada permukaan tersebut.
2)  Gaya gesekan tidak bergantung pada luas proyeksi permukaan yang bersentuhan.
3)  Gaya gesekan tidak berhubungan dengan kecepatan sliding permukaan.
4)  Gaya gesekan statis lebih besar daripada gaya gesekan dinamis

Pada umumnya gesekan dapat menimbulkan kerusakan pada suatu material. Gesekan merupakan kejadian yang tidak bsa di pisahkan dalam pemesinan maupun kehidupan sehari. Dalam insutri sendiri, mereka saling berlomba- lomba meneliti cara untuk mengurangi gesekan, karena gesekan sendiri mampu menimbulkan kerugian yang cukup besar. Namun dalam beberapa situasi tidak semua gesekan tidak di inginkan. Seperti rem, menggunakan gesekan untuk melakukan kerjanya yaitu memperlambat atau menggurangi kecepatan, hingga berhenti dan menahan pada posisinya. Kemudian roda penggerak yang menggunakan gesekan untuk membuat gaya dorong terhadap lintasan atau jalannya. Lalu klem dan kollet menggunakan gesekan untuk menahan komponen yang sedang di kerjakan selama operasi pemesinan. Pada aplikasi proses – proses ini gesekan yang besar dan konsisten sangat di butuhkan.

Hal – hal utama yang mempengaruhi terjadinya gesekan, antara lain :
1.      Adhesi
Adhesi merupakan ikatan antara materi – materi yang berbeda. Kekuatan adhesi bergantung pada struktur dan sifat kimia dari bahan – bahan yang berpasangan. Karakteristik permukaan juga berpengaruh, seperti ketinggian puncak dan lembah (tinggi atau rendahnya) kekasaran bahan, yang di sebut asperities. Kadang asperities pada komponen – komponen yag berpasangan di pisahkan atau di pecahkan selama gerakan relatif, sementara untuk kondisi lain gerakannya di tahan ketika asperitiesnya naik ke atas atau di bawah yang lain.
2.      Efek –efek elastis seperti hambatan gelinding
Hambatan gelinding di sebabkan oleh deformasi dari benda yang bergerak atau permukaan tempat benda itu bergerak. Geometri dari benda – benda dalam kotak gelinding, besarnya gaya yang di gunakan, dan elastisitas bahan – bahan yang bersinggungan semuanya memainkan peran dalam menentukan besarnya hambatan.
3.      Efek viskoelastik
Efek viskoelastik berhubungan dengan gaya – gaya ang di sebabkan oleh deformasi bahan – bahan fleksibel, seperti elastomers, selama kontak.
4.      Hambatan hidrodinamis
Hambatan hidrodinamis yang disebut juga efek viskos ( viscous effect ), di sebabkan oleh gerakan relative antar molekul pelumas fluida di antara komponen – komponen berpasangan yang bergerak. Ini merupakan bentuk utama hambatan dalam bantalan bantalan pelumas hidrodinamis lapisan penuh.
Gaya gesekan di bagi dalam dua jenis, yaitu gaya gesekan statis dan gaya gesekan dinamis, berikut penjelasannya :

1. Gaya gesekan statis
Gaya ini terjadi antara dua permukaan benda yang diam atau tidak ada gerak relatif antara satu benda dengan benda lainnya. Saat suatu benda ditarik dengan sebuah gaya dan benda tersebut belum bergerak, maka berarti ada gaya yang berlawanan arah dengan arah gerak benda tersebut. Gaya itu adalah gaya gesekan statik (fs ).
Apabila gaya tarik diperbesar dan balok belum bergerak, berarti gaya gesekan statis (fs) bertambah besar sampai mencapai harga maksimum. Hasil percobaan menunjukkan bahwa gaya gesekan statik maksimum (fsmaks) sebanding dengan gaya normal (N). Harga kesebandingan ini disebut koefisien gesekan statis (µs). Koefisien gesekan merupakan tetapan yang menunjukkan tingkat kekasaran benda. Gaya gesekan statis mempunyai nilai yang terletak antara nol sampai nilai maksimum sebesar µsN.
2. Gaya gesekan kinetis
Untuk menggerakkan balok kayu di atas lantai dibutuhkan gaya yang dapat mengatasi gaya gesekan statis (fs). Setelah bergerak, gaya itu mempertahankan gerak benda dan digunakan untuk mengatasi gaya gesekan kinetisnya (fk). Sehingga hanya diperlukan gaya yang lebih kecil daripada gaya yang digunakan untuk mulai menggerakkannya. Setelah bergerak, gaya gesek statis (fs) berkurang sdikit demi sedikit dan berubah menjadi gaya gesekan kinetis (fk). Sehingga, besar gaya kinetis selalu lebih besar daripada gaya gesekan statis maksimum.
fk < fs maks gaya gesekan kinetis mencerminkan hubungan relatif antara dua permukaan yang melakukan kontak.

@septianws


Sabtu, 22 November 2014

Tribologi

Tribologi

Tribologi ialah ilmu yang mempelajari gesekan, aus dan pelumasan. Tribologi berasal dari bahasa Yunani, tribos yang artinya menggaruk (rubbing) atau mendorong (sliding). Istilah ini dimunculkan oleh komite dari Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pengembangan (Organization for Economic Cooperation and Development) di tahun 1967. Kemudian secara lebih lengkap tribologi di jelaskan sebagai ilmu dan teknologi dari permukaan material yang berinteraksi satu sama lain dalam gerakan relatif, atau ilmu yang terkait dengan gesekan, keausan dan pelumasan. Dengan kata lain tribology adalah pengetahuan tentang gesekan (friction), aus (wear) dan pelumasan (lubrication). Dengan tribologi pemborosan energi dapat dihemat. Seiring dengan peradaban manusia yang makin meningkat maka perkembangan ilmu ini juga meningkat. Dimulai dari bangsa Mesir sampai dengan peneliti-peneliti sekarang.
Jikalau dua benda bersentuhan sambil bergerak maka akan timbul gesekan. Orang juga dengan mudah mengerti bahwa akibat yang ditimbulkan gesekan bias bermacam-macam misalnya bunyi mencicit, kenaikan suhu permukaan atau ausnya permukaan. Aktifitas manusia sehari-harinya juga tak luput dari gesekan ini, apalagi pada dunia industri. Mulai dari bangun tidur dengan menggeliat maka sendi-sendi bergesekan, mandi dengan menggosok sabun, menyikat gigi, jalan kaki, naik kendaraan, berputarnya roda, berputarnya bantalan dan masih banyak lagi.
Dalam kesempatan kali ini, terdapat beberapa penjelasan mengenai prinsip umum pelumasan yang dapat berlaku untuk berbagai situasi perancangan bila gerakan relatif terjadi antara elemen – elemen mesin yang berpasangan. Banyak pula pembahasan mengenai pengendalian atau meminimalisai gesekan yang umumnya di tetapkan sebagai penghambat terhadap gesekan sejajar dari permukaan – permukaan yang berpasangan. Pelumasan sendiri di gunakan untuk memperkecil gesekan dengan memberikan lapisanbahan yang dengan sendirinya mengurangi gaya yang di butuhkan untuk menggerakkan  satu komponen relative terhadapkomponen pasangannya. Beberapa bahan emiliki koefisien gesek yang rendah dan dapat beroperasi dengan cukup memuaskan tanpa pelumasan di bagian luar. Jika gerakan relatif menyebabkan kontak fisik antara permukaan permukaan dari komponen – komponen yang berpasangan, maka beberapa bahan permukaan dapat terkikis, yang menyebabkan keausan.
Fungsi Tribologi
Tribologi melibatkan kajian seperti geseran, pelinciran, dan hakisan di dalam bearing, alat transmisi,enjin dan elemn-elemen mesin yang lain. Pemilihan bahan, saduran permukaan dan topografi permukaan merupakan asas penyelidikan tribologi kini.
Teknik pelinciran yang berkait rapat dengan tribologi merupakan teknik mengurangkan daya geseran dan hakisan menerusi bahan pelincir dan penggunaan bahan pelincir dan penggunaan bahan pelincir pada kawasan geseran.
Daya geseran tidak semestinya perlu dikurangkan pada setiap masa dan situasi. Sebagai contoh, daya geseran yang berkurangan pada gear-gear yang bersambungan di dalam sebuah alat transmisi akan mengakibatkan proses ,enukar gear kurang efektif. Sehubungan itu, tribologi diperlukan untuk mengkaji daya geseran dalam alat-alat transmisi.
Demikian pengertian singkat dari Tribologi, di kesempatan berikutnya penulis akan membagikan tentang ilmu - ilmu yang di pelajari dalam Triblogi, di tunggu ya J
@septianws


Sejarah CNC

Sejarah CNC

Mesin CNC (Computer Numerical Control) merupakan suatu sistem otomatisasi mesin perkakas yang di operasikan melalui sistem program numeric. Awalnya mesin ini dikembangkan oleh John Pearson dari Institut Teknologi Massachusetts, atas nama Angkatan Udara Amerika Serikat karena banyaknya permintaan terhadap suku cadang pesawat terbang yang berbentuk kompleks. Pada tahun 1952 John Pearson menciptakan prototype mesin NC (Numerical Control) dengan memodifikasi mesin perkakas biasa. Mesin perkakas biasa di tambahkan dengan motor yang akan menggerakan pengontrol mengikuti titik – titik yang dimasukan ke dalam sistem oleh perekam kertas
Pada tahun 1975, produksi mesin CNC mulai berkembang dan di ikuti oleh perkembangan mikroprosesor, maka berkembang pula sistem kendali yang diterapkan dan volume unit pengendali dapat lebih ringkas. Selanjutnya tercipta mesin kendali yang berbasis computer yang kemudian dikenal dengan nama CNC tadi. Mesin perpaduan antara servo motor dan mekanis tadi (NC) segera di gantikan dengan sistem analog dan kemudian computer digital. . Mesin CNC memiliki perangkat utama, namun pada saat itu perangkat CNC memerlukan biaya yang tinggi dan volume unit pengendali yang besar. Berikut perangkat atau bagian utama yaitu :
1.      Program
2.      Control Unit atau Processor
3.      Motor Listrik Servo untuk menggerakan control pahat
4.      Motor Listrik untuk menggerakan atau memutar pahat
5.      Pahat
6.      Dudukan dan Pemegang
Jika di bandingkan dengan mesin perkakas biasa, mesin CNC memiliki keunggulan yaitu:
1.      Teliti
2.      Cepat
3.      Luwes
4.      Tepat
Dalam penggunaannya mesin CNC hampir di gunakan dalam segala bidang, baik dalam pendidikan, industri manufaktur, maupun riset yang mempergunakan alat – alat demikian dihasilkan berbagai hasil penelitian yang bermanfaat yang dengan tidak terasa sudah sering digunakan dalam kehidupan sehari – hari. Mesin CNC memiliki beberapa keuntungan, diantaranya :
1.      Produktivitas tinggi
2.      Ketelitian pekerjaan tinggi
3.      Kualitas program yang seragam
4.      Dapat di gabung dengan perangkat lunak, misal software CAD/CAM
Hasil produksi mesin CNC dapat di gabung dengan perangkat lunak seperti software CAD/CAM sehingga pemakaian CNC akan lebih efektif, waktu produksi lebih singkat, kapasitas produksi lebih tinggi, dan biaya pembuatan produk lebih rendah. CAD dan CAM merupakan software yang paling banyak di gunakan saat ini dalam mesin CNC. Software ini memiliki 2 ( dua ) komponen utama yaitu desain gambar CAD ( Computer Aided Design ) dan desain gambar CAM ( Computer Aided Manufacturing ). Dengan adanya software ini, operator hanya perlu mengambar desain kemudian hasilnya disimpan dalam computer atau disket dan tidak perlu lagi memasukan program. Sehingga kesalahan pembuatan produk dapat di minimalisasi dan program ( gambar ) dapat di gunakan berulang – ulang ).
Mesin CNC di bagi dalam 2 jenis, yaitu :
1.      Mesin CNC TU ( Training Unit )
2.      Mesin CNC PU ( Production Unit )
Perkembangan selanjutnya di kenal dengan DNC ( Direct Numerically Controled ) yang lebih terintegrasi untuk produksi massal pada industri – industri. DNC melibatkan pengendalian beberapa mesin perkakas menggunakan komputer tunggal dengan hubungan langsung dan dalam waku langsung ( real time ). Untuk memasukan program part ke dalam MCU ( Multipoint Control Unit ), program dikirim ke dalam MCU secara langsung dari komputer, satu blok perintah setiap waktu. MCU merupakan perangkat yang umum digunakan untuk menjembatani video conference koneksi. Cara pengoperasian ini di kenal dengan istilah behind the type reader ( BTR ). Komputer DNC memberi perintah kepada mesin perkakas pada saat dibutuhkan. Bila mesin – mesin membutuhkan proses pengendalian,  mereka akan segera mengkomunikasikan kepada computer sentral. Setiap satu blok dijalankan olen mesin, blok selanjutnya segera di kirim. Dalam operasinya, komputer sentral memanggil program part yang di perlukan dari memori bulk dan mengirimnya ke mesin perkakas yang meminta. Komputer sentral juga menerima kembali data – data dari mesin yang menunjukan kinerja operasi dari lantai produksi. Sistem ini terdari dari 4 ( empat ) komponen :
1.      Komputer sental
2.      Memori yang besar ( bulk ) pada computer sentral
3.      Sekelompok mesin yang dikendalikan
4.      Jalur komunikasi
Demikian tulisan singkat tentang sejarah dan perkembangan CNC, jika ada kesalahan mohon di comment, di ingatkan, agar dapat saling bertukar pikiran. Terimakasih J

@septianws

Kamis, 20 November 2014

Pengelasan GTAW

Pengelasan GTAW

Gas Tungsten Arc-Welding (GTAW) atau di sebut juga TIG (Tungsten Inert Gas) merupakan proses pengelasan dengan nyala listrik berasal dari elektroda tungsten (non consumable). Peleburan logam terjadi karena panas yang dihasilkan oleh busur listrik antara logam induk dengan elektroda, yang mana busur dan logam cair di lindungi oleh gas pelindung. GTAW memiliki hasil las yang berkualitas tinggi dan biaya peralatan yang rendah sehingga banyak digunakan di industri. Peralatan yang digunakan dalam pengelasan tungsten adalah :
1.      Mesin las AC/DC
Mesin las AC/DC merupakan mesin las pembangkit arus AC/DC yang digunakan di dalam pengelasan GTAW.
2.      Tabung gas lindung
Tabung gas lindung adalah tabung tempat penyimpanan gas lindung yang digunakan dalam mengelas tungsten.
3.      Regulator gas lindung
Regulator gas lindung adalah pengatur tekanan gas yang akan digunakan dalam pengelasan. Pada regulator ini biasanya ditunjukkan tekanan kerja dan tekanan gas di dalam tabung.
4.      Flowmeter untuk gas
Flowmeter digunakan untuk menunjukan besaran aliran gas lindung yang di pakai dalam proses pengelasan. 
5.      Selang gas dan perlengkapan pengikatnya
Selang gas dan perlengkapannya berfungsi sebagai penghubung gas dari tabung menuju pembakar las. Sedangkan perangkat pengikat berfungsi mengikat selang dari tabung menuju mesin las dan dari mesin las menuju pembakar las.
6.      Kabel elektroda dan selang gas
Kabel elektroda dan selang gas berfungsi menghantarkan arus dari mesin las menuju stang las, begitu juga aliran gas dari mesin las menuju stang las.
7.      Welding torch
Welding torch atau stang las berfungsi untuk menyatukan sistem las yang berupa penyalaan bususr dan perlindungan gas lindung selama dilakukan proses pengelasan.
8.      Elektroda tungsten
Elektroda tungsten berfungsi sebagai pembangkit busur nyala selama dilakukan pengelasan. Elektroda ini tidak berfungsi sebagai bahan tambah.
9.      Kawat las
Kawat las berfungsi sebagai bahan tambah. Tambahan kawat las dilakukan ketika bahan dasar yang dipanasi dengan busur tungsten sudah mendekati cair.

Dalam proses pengelasan GTAW di lengkapi dengan gas pelindung, yang mana berfungsi untuk melindungi logam las dari kontaminasi udara luar. Gas pelindung yang di gunakan adalah gas mulia yang sulit sekali bereaksi dengan udara luar, antara lain :
1.      Argon
Argon adalah gas mulia yang stabil dan sulit bereaksi dengan unsur lainnya. Argon sebagai gas pelindung membuat busur lebih stabil dan percikan berkurang. Argon lebih mudah mengion atau terionisasi dibandingkan dengan Helium, sehingga Argon dapat diangggap sebagai konduktor listrik. Konduktivitas panas Argon rendah, menyebabkan pengaliran panas melalui busur lambat. Oleh sebab itu sangat baik untuk pengelasan logam yang tipis.
2.      Helium
Helium merupakan gas mulia yang tidak mudah bereaksi dengan unsur lainnya. Kondukivitas panas Helium lebih tinggi dari Argon, sehingga pemindahan panas melalui busur lebih besar, akibatnya Helium lebih cocok untuk proses pengelasan logam yang lebih tebal, dan logam yang mempunyai konduktivitas panas yang tinggi seperti : aluminium, tembaga, magnesium, dll. Tegangan busur lebih tinggi jika menggunakan Helium dan banyak terjadi percikan serta penetrasi yang dihasilkan dangkal.
3.      Campuran Argon dan Helium
Campuran antara Argon dan Helium berguna ketika diinginkan beberapa keseimbangan dari karakteristiknya
Sumber listrik GTAW dapat menggunakan generator AC maupun DC. Ciri khas generator jenis AC yaitu merupakan kombinasi antara cleaning dengan penetrasi medium dan mencegah elektrode tungsten overheating. Penggunaan arus DC dibedakan menjadi dua yaitu polaritas lurus (Direct Current Straight Polarity) dan polaritas balik (Direct Current Reserve Polarity). DCSP, dua pertiga konsentrasi panas pada benda kerja, sedangkan untuk DCRP, dua pertiga konsentrasi panas pada elektrode tungsten. Untuk AC, konsentrasi panas masing-masing setengah pada elektrode dan benda kerja. Konsentrasi panas ditimbulkan adanya benturan elektron pada benda kerja dan elektrode tungsten. DCSP menghasilkan penetrasi yang lebih dalam dibandingkan dengan AC tetapi tidak mengalami oxide cleaning. DCRP mengalami oxide cleaning, tetapi penetrasi yang dihasilkan lebih dangkal daripada AC.

@septianws

Smartphone Murah

Smartphone Murah

Kali ini ada titipin postingan dari #SixPointFive Online Store edisi promosi smartphone murah. Minat nanti bisa hubungi via BB: 22b525d4 atau via Whatsapp atau sms: 082225508384 dan banyak diskon khusus. Berikut beberapa produk murah yang dijual di #SixPointFive Online Store ( semua hp dalam kondisi baru ) :
a.       GARANSI 2 TAHUN
1.      Blackberry Curve 8520
Harga : Rp970.000,00
2.      Blackberry Onyx1 9700
Harga : Rp1.300.000,00
3.      Blackberry Torch 9800
Spesifikasi lengkap: http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/blackberry/2169-bb-torch-9800
Harga : Rp1.770.000,00
4.      Blackberry Bold Touch 9930
Harga: Rp2.170.000,00
b.      GARANSI 1 TAHUN
1.      iPhone 4G 32GB CDMA
Spesifikasi lengkap : http://www.tabloidpulsa.co.id/testpulsa/4353-apple-iphone-4-cdma
Harga : Rp2.300.000,00
2.      iPhone 4G 16GB
Harga : Rp2.870.000,00
3.      iPhone 4S 16GB
Spesifikasi lengkap : http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/apple/3058-apple-iphone-4s-16gb
Harga : Rp3.770.000,00
4.      iPhone 5 16GB
Spesifikasi lengkap : http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/apple/3301-iphone-5-16gb
Harga : Rp5.370.000,00
5.      Zenfone 4
Spesifikasi lengkap : http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/asus/4269-asus-zenfone-4
Harga : Rp1.370.000,00
c.       GARANSI 1 BULAN
1.      iPhone 4G 16GB
Harga : Rp2.360.000,00
2.      Samsung Galaxy S4 I9500
Spesifikasi lengkap : http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/samsung/3442-i9500-galaxy-s4
Harga : Rp3.870.000,00
3.      Samsung Galaxy Grand Neo I9060
Spesifikasi lengkap : http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/samsung/4135-samsung-galaxy-grand-neo
Harga : Rp2.220.000,00
4.      Samsung Grand 2 G7102
Harga: Rp2.720.000,00
5.      Blackberry Curve 9320
Spesifikasi lengkap : http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/blackberry/3226-curve-9320
Harga : Rp1.110.000,00
6.      Blackberry Torch 9850
Spesifikasi lengkap : http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/blackberry/3020-bb-torch-9850
Harga : Rp1.045.000,00
7.      Blackberry Q10
Harga: Rp3.120.000,00
8.      Blackberry Curve 8310
Spesifikasi lengkap: http://www.tabloidpulsa.co.id/phones/blackberry/1750-bb-curve-8310
Harga: Rp460.000,00

Demikian bebrapa produk smartphone yang tersedia di #SixPointFive Online Store, untuk lebih lengkapnya langsung hubungi contact person diatas atau bisa via facebook Sixfive Point ( sixpoint.five@yahoo.com). Maaf ngga bisa posting pake foto, terlalu berat :D langsung search google atau hubungi contact person aja ya :) Silahkan di order J


@septianws